Dosen Prodi Manajemen FEB UMPRI Raih Hibah Pengabdian Masyarakat BIMA 2025 untuk Peningkatan Daya Saing Produsen Batu Bata Desa Jatiagung
09 Sep 2025
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen dosen UMPRI dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kapasitas pelaku usaha lokal.
Program pengabdian ini dirancang untuk membantu para produsen batu bata di Desa Jatiagung menghadapi tantangan persaingan usaha yang semakin kompetitif. Selama ini, sebagian besar produsen batu bata masih mengandalkan metode pemasaran konvensional serta belum memiliki identitas merek yang kuat. Selain itu, aspek manajemen produksi juga masih perlu ditingkatkan agar mampu menghasilkan produk yang lebih berkualitas dan efisien.
Melalui kegiatan pengabdian yang akan dilaksanakan, tim pengabdian akan memberikan pendampingan dalam tiga aspek utama, yaitu penguatan branding usaha, pemanfaatan pemasaran digital, dan peningkatan manajemen produksi. Pendampingan branding dilakukan untuk membantu pelaku usaha membangun identitas produk yang lebih profesional dan mudah dikenali pasar. Sementara itu, pemasaran digital diarahkan untuk memperluas jangkauan promosi melalui berbagai platform digital sehingga mampu menjangkau konsumen yang lebih luas.
Di sisi lain, pelatihan manajemen produksi akan difokuskan pada peningkatan efisiensi proses produksi, pengendalian kualitas, serta pengelolaan usaha yang lebih terstruktur. Dengan demikian, para produsen batu bata diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat daya saing produk mereka di pasar.
Ketua tim pengabdian, Gusti Adi Pranoto, menyampaikan bahwa sektor usaha batu bata memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian masyarakat desa. Oleh karena itu, diperlukan upaya pemberdayaan yang tidak hanya berfokus pada peningkatan penjualan, tetapi juga pada penguatan kapasitas usaha secara menyeluruh.
“Melalui program ini, kami ingin membantu para pelaku usaha batu bata agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tuntutan pasar saat ini. Harapannya, mereka dapat memiliki merek yang kuat, memanfaatkan pemasaran digital secara optimal, serta menerapkan manajemen produksi yang lebih efektif sehingga usaha yang dijalankan semakin berkembang,” ujarnya.
Pimpinan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMPRI memberikan apresiasi atas keberhasilan tersebut. Pendanaan Hibah Pengabdian BIMA Tahun Anggaran 2025 menjadi bukti bahwa dosen-dosen FEB UMPRI terus aktif menghasilkan program-program pemberdayaan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Program ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan usaha mikro dan kecil berbasis potensi lokal yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi desa. Selain memberikan manfaat bagi para produsen batu bata, kegiatan ini juga menjadi sarana implementasi keilmuan manajemen dalam menyelesaikan permasalahan nyata yang dihadapi masyarakat.
Dengan lolosnya program “Meningkatkan Daya Saing Produsen Batu Bata Desa Jatiagung Melalui Branding, Pemasaran Digital dan Manajemen Produksi”, Universitas Muhammadiyah Pringsewu kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang aktif berkontribusi dalam pembangunan masyarakat melalui inovasi, pemberdayaan, dan pengabdian yang berkelanjutan.
Humas FEB UMPRI
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Muhammadiyah Pringsewu (UMPRI)